Gerakan Ayo Kuliah dalam Kegiatan Kordinasi Teknis dan Peningkatan Kapasitas SDM PKH

Gerakan Ayo Kuliah (GAK) merupakan inovasi tambahan Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Lampung. Gerakan ini dimotori oleh Koordinator Wilayah, SDM PKH Lampung serta mahasiswa PKH yang tergabung dalam volunteer Satuan Tugas (Satgas) GAK Lampung. Gerakan ini mengupayakan  adanya peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi siswa prasejahtera penerima PKH di Lampung. 

Sejak kelahirannya 27 Juni 2017 silam, sebanyak 281 anak PKH Lampung telah berhasil diterima kuliah di PTN/PTKIN di sekitar Provinsi Lampung. Mayoritas mendapatkan beasiswa Bidikmisi, beasiswa lain dan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Terdapat tiga langkah penting yang dilakukan dalam proses pembinaan, yaitu proses mapping data potensi siswa PKH kelas XII oleh SDM PKH dan Satgas GAK. Sehingga diperoleh data siswa PKH yang berpotensi melanjutkan kuliah. Selanjutnya dilakukan edukasi dan motivasi bagi siswa kelas XII. Tujuannya membuka mainset dan menumbuhkan kepercayaan diri lanjut kuliah. Tahap ke-tiga melakukan pendampingan mendaftar PTN/PTKIN dan mengupayakan komplementaritas bidikmisi/KIP Kuliah. 

Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung-2, yang juga founder GAK Slamet Riyadi menyatakan bahwa capaian pembinaan ini setiap tahunnya meningkat. Tahun 2020 ini, tercatat 59 anak PKH berhasil diterima SNMPTN dan SPAN-PTKIN. Kami juga telah melakukan pendampingan ke Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Negeri Lampung, UIN Raden Intan dan IAIN Metro untuk mengkomunikasikan adanya dukungan bidikmisi/KIP Kuliah bagi anak PKH tersebut, terang Slamet.

Selanjutnya, Slamet menuturkan saat ini 28 anak PKH lainnya sedang berjuang mengikuti seleksi jalur SBMPTN dan UMPTKIN 2020. Dan kabar baiknya lainnya, GAK masuk dalam nominator dua kompetisi yaitu lomba Apresiasi Anugerah IPTEK 2020 (AAI) Tingkat Provinsi Lampung serta SATU Indonesia Award (SIA) 2020 Tingkat Nasional untuk katagori inovasi bidang pendidikan. Naskah sudah masuk, informasi dari panitia sedang proses penjurian. Doakan semoga bisa meraih juara. 

Gerakan ini juga alhamdulilah telah mulai di adopsi di Provinsi Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan dan NTB. Semakin banyak yang bergerak, insya Allah semakin besar juga peluang anak PKH meraih mimpi masa depannya, pungkas Slamet yang juga Top LEAD Indonesia 2018.

Tag: